RSS

e-Commerce: Analisa dan Prospek (1/3)

24 Agu

eCommerce (electronic commerce) kini telah menjadi kelaziman di beberapa belahan dunia. Bagaimana dengan situasi di Indonesia dalam kaitannya dengan eCommerce?

Prologue

eCommerce (electronic commerce) kini telah menjadi kelaziman di beberapa belahan dunia. Terutama di Amerika, eCommerce telah merambah ke berbagai sektor yang sebelumnya tidak terpikirkan. Misalnya, pernahkah dulu Anda terpikir membeli perangko lewat Internet? Dengan eStamp.com Anda bisa, dengan harga yang lebih murah dan lebih nyaman pula . Atau membeli textbook lewat Internet? Atau bahkan pesawat terbang pribadi? Semuanya ini kini sudah bisa dilakukan lewat Internet.

Bagaimana dengan situasi di Indonesia dalam kaitannya dengan eCommerce? Paper ini akan membahas hal tersebut dalam seminar yang diadakan oleh PPI-MIB (Perhimpunan Pelajar Indonesia ? Masyarakat Indonesia di Birmingham), 12 Februari 2000 di University of Birmingham. Paper ini bertujuan untuk meningkatkan awareness mengenai isu ini, kepada masyarakat Indonesia pada umumnya (dengan menyediakan paper ini di Internet), dan kepada kalangan akademik Indonesia di Inggris pada khususnya.

Studi Kasus

1. Amazon.com

Tidak perlu dipungkiri lagi Amazon.com adalah salah pionir eCommerce. Amazon.com memungkinkan kita untuk membeli buku dengan mudah dengan berbagai fasilitasnya, seperti:

– Review dan informasi rating dari buku yang bersangkutan
– Hanya perlu melakukan satu kali klik di mouse untuk membeli buku
– Search engine untuk memudahkan pencarian buku

Dan yang paling utama, Amazon.com dapat menawarkan harga buku yang lebih murah sampai dengan 50% atau bahkan kadang lebih. Hal ini karena mereka tidak perlu menyewa showroom seperti toko buku konvensional. Namun, mereka juga melakukan efisiensi yang sangat besar dengan mengurangi stok buku. Jadi mayoritas buku yang ada di website mereka sebenarnya tidak ready-stock. Tetapi sistem mereka memungkinkan mereka untuk memesan buku-buku tersebut dengan cepat, sehingga customer tidak keberatan. Dengan demikian, mereka mengurangi jumlah uang diam yang tertanam di stok buku seperti di toko-toko buku konvensional.

Kini Amazon.com juga telah merambah ke beberapa sektor lainnya seperti musik dan video, yang sama halnya seperti buku, adalah sektor yang gemuk laba. Namun ekspansi ini, ditambah dengan biaya marketing yang sangat besar, membuat Amazon.com masih belum menghasilkan laba sampai detik ini. Tetapi para investor mempercayai model bisnis mereka, sehingga pada saat IPO saham mereka melonjak naik berkali-kali lipat.

2. Dell.com

Dell adalah pembuat komputer yang sudah terkenal sejak dahulu dengan teknik direct-selling nya. Teknik ini berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh vendor-vendor lainnya, yaitu Anda tidak akan menemui komputer Dell di toko-toko. Anda hanya bisa membelinya dengan menelpon mereka.

Ketika Internet mengalami booming sekitar tahun 1994-1995, mereka melihat peluang besar untuk meraup keuntungan. Mereka membangun website Dell.com yang memungkinkan customer mereka untuk memilih-milih sendiri bagian-bagian komputer yang diinginkan, dan lalu Dell akan merakit dan mengirimkannya.

Teknik ini terbukti sangat sukses. Baik penjualan komputer maupun saham Dell setiap tahun selalu mengalami kenaikan yang sangat besar, ketika vendor-vendor lainnya seperti Compaq, AST, CompUSA, Packard-Bell, dan lain lain mengalami kesulitan dengan cashflow dan banyak bahkan terpaksa gulung tikar.

Keberhasilan mereka terutama karena efisiensi biaya ? mereka menekan jumlah uang yang diam tertanam di stok barang, karena mereka baru merakit komputer jika ada pesanan, tidak perlu sampai dipajang berbulan-bulan lamanya di toko. Dan juga mereka tidak kena biaya showroom dan SDM untuk mengelolanya.

Ini semua memungkinkan mereka untuk merakit komputer yang murah harganya. Ditambah dengan reputasi komputer mereka yang sangat bagus, maka para customer berbondong-bondong membeli komputer mereka.

3. Hallmark.com

Ini adalah salah satu contoh implementasi eCommerce yang unik. Hallmark yang terkenal dengan kartu-kartu ucapan selamatnya, melihat celah kesempatan dengan berkembangnya Internet. Mereka membuat jasa electronic greeting card, namun membedakan dari saingan-saingannya seperti http://www.bluemountain.com dengan kualitas ? seperti gambar yang bagus dan juga fasilitas multimedia seperti animasi dan music. Jelas ini adalah peningkatan substansial dari kartu ucapan selamat yang selama ini kita ketahui ? hanya selembar kertas.

Ditambah dengan brand awareness-nya yang cukup tinggi, maka Hallmark.com berhasil meraup pemasukan sampai jutaan US$ dengan website tersebut.

4. Kakilima.com

Implementasi eCommerce yang cukup mengejutkan karena mereka berhasil melirik segmen pasar yang unik. Mereka mentargetkan kepada masyarakat Indonesia di luar negeri, yang ingin memberikan hadiah kepada relasi atau keluarga mereka di Indonesia. Mereka mengerti bagaimana mahalnya mengirimkan hadiah dari negara tempat mereka tinggal, sehingga walaupun harga mereka mahal namun masih tetap menggoda bagi konsumen mereka.

5. Detik.com vs Astaga.com

Persaingan antara Portal website kini mulai menghangat. Sudah lama banyak yang berusaha menjadi yang utama dalam hal ini, namun tiba-tiba saja mencuat satu kandidat yang tidak terduga-duga sebelumnya, detik.com. Terangkat karena menampilkan berita-berita reformasi dengan up to date sehingga menarik jutaan pengunjung, Detik.com kini sudah berkembang dari sekedar news website menjadi portal website dengan menampilkan berbagai feature seperti email gratis, komunitas Internet, website yang membahas mengenai perempuan, astrologi, buku, wisata, selebriti dan musik.

Namun kini telah muncul saingannya, yaitu Astaga.com. Dimodali US$ 7.5 juta oleh para investor dari Silicon Valley, USA ? dan dikendalikan oleh Desy Anwar; mereka menandai babak baru dalam persaingan di sektor ini.

Bersambung ke bagian 2

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Agustus 2007 in Web

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: