RSS

e-Commerce: Analisa dan Prospek (3/3)

24 Agu

eCommerce (electronic commerce) kini telah menjadi kelaziman di beberapa belahan dunia. Bagaimana dengan situasi di Indonesia dalam kaitannya dengan eCommerce?

Best Practices

Bab Best Practices ini bertujuan untuk menuntun para/calon pelaku bisnis eCommerce untuk mengimplementasi eCommerce pada bidang mereka, dan menghindari berbagai kesalahan yang telah terjadi di masa lalu.

  1. Rekrut SDM terbaik yang bisa Anda dapatkan
    Ini bisnis yang sangat tergantung kepada sumber daya manusia yang ada di perusahaan. Sangat banyak kasus dimana website dengan modal hanya beberapa ribu US$ kemudian dapat berkembang menjadi bisnis puluhan juta US$, karena terutama didukung oleh SDM yang tepat.
  2. Outsourcing
    Outsourcing, atau pengalihan pekerjaan kantor kepada konsultan eksternal, adalah langkah yang tepat untuk hal-hal tertentu. Misalnya, untuk hosting website kita, dengan keuntungan berikut ini:

    • Cost/benefit ratio bagus, apalagi dengan semaraknya provider jasa webhosting di Indonesia akhir-akhir ini
    • Security lebih terjaga, dan kalaupun terjadi break-in oleh hacker, jika sebelumnya kita telah menandatangani SLA (Service Level Agreement) maka kita bisa mendapatkan kompensasi atas kerugian yang terjadi

    Namun untuk beberapa hal ini bisa menjadi langkah salah yang sangat fatal, misalnya melakukan outsourcing untuk updating website.

  3. Jaga kualitas Customer Service, dan performa website
    Ini adalah salah satu hal yang sering terlupakan, terutama di website di Inggris. Seringkali respons dari customer service baru tiba setelah berhari-hari, pernah 1 minggu – itu kalau dibalas.
    Padahal dengan Internet, jika customer tidak puas dengan layanan kita, yang perlu dilakukan hanyalah mengetik alamat website saingan kita, dan lenyap sudah satu pelanggan kita.
    Demikian pula dengan website itu sendiri – performanya harus bagus dan selalu siap untuk melayani pelanggan (high availability). Jika misalnya dalam sehari ada 10000 pengunjung ke website kita, maka jika site kita down selama 1 jam saja berarti kita sudah “mengusir” lebih kurang 400 pelanggan. Jika mereka kemudian mengunjungi website saingan kita dan merasa puas dengan layanannya, maka berarti sudah lenyap 400 pelanggan kita. Kalikan dengan jumlah pembelian mereka setahun, dan tiba-tiba saja Anda merasa tidak mungkin untuk mentoleransi downtime selama 1 jam tersebut.
  4. Jika konversi – pastikan bahwa back office Anda siap
    Jika perusahaan Anda adalah perusahaan konvensional, misalnya supermarket, sebelum Anda terjun ke Internet pastikan dulu bahwa back office Anda sudah siap. Back office disini baik dari pegawainya – siap menghadapi perubahan yang mungkin timbul karena terjunnya perusahaan ke medium yang baru ini; maupun dari segi IT – apakah sistem yang terpasang sudah siap untuk melayani extra demand yang mungkin akan timbul – dan seterusnya.
    Approach seperti yang disarankan oleh ICL, konsultan IT terkemuka di Inggris, yaitu “Right Here Right Now” sangat tidak disarankan. Mereka mendorong agar perusahaan ada dulu di Internet untuk membuat permintaan, dan kemudian baru belakangan dipikirkan bagaimana untuk memenuhi permintaan yang timbul. Ini dapat mengakibatkan kekacauan pada workflow di perusahaan, dan membebani sistem IT yang ada sehingga mengakibatkan penurunan performa di bisnis yang sudah ada.
  5. Usaha kecil
    Bagi usaha kecil, tentu saja resourcesnya jauh lebih terbatas, dan seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan status Merchant dari Visa atau Mastercard. Untuk itu, ada baiknya untuk melakukan kerjasama dengan website one-stop service – yang menyediakan jasa hosting + electronic transaction sekaligus. Contohnya adalah http://www.hypermart.net dan http://www.smole.com
    Mereka ini akan menghosting website Anda dengan cuma-cuma sekaligus memungkinkan Anda untuk menerima pembayaran dengan credit card. Mereka hanya akan mengambil komisi beberapa persen dari transaksi tersebut dan memasang sebuah banner iklan di website Anda, sebagai timbal balik jasa yang mereka sediakan.

Dengan demikian Anda dapat berkonsentrasi penuh kepada bisnis Anda.Penutup

Dalam jangka waktu pendek, yang feasible untuk di implementasikan di Internet hanya beberapa jenis jasa/barang saja, misalnya:

Yang sudah berjalan:

  • Portal service
  • Beberapa jenis software komputer
  • Buku
  • Barang konsumsi untuk konsumen luar negeri
  • Jual-beli saham

Selain itu kebanyakan saat ini masih belum dimungkinkan, mengingat kondisi Indonesia saat ini.

Peluang baru:

  • Online training
  • Jasa lelang
  • Dan lain lain

Saat ini banyak perusahaan sudah mulai bersiap-siap untuk menyerbu arena ini, sehingga jika dalam waktu beberapa bulan ini keadaan Indonesia membaik, maka mereka sudah siap untuk merebut pasar eCommerce pada saat tersebut. Memang mereka ini mayoritas memiliki kapital yang cukup kuat sehingga dapat melakukan itu.


Sumber:
Paper Seminar
eCommerce di Indonesia : Analisa situasi saat ini dan prospek di masa depan
Council Chamber, Guild of Student, PPI-MIB Birmingham
Birmingham University
12 Februari 2000
Oleh : Harry Sufehmi (email AT harrysufehmi.com)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Agustus 2007 in Web

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: